Hello,
Hari ini kami akan main ke daerah pegunungan di Penang. Tapi karena hari sebelumnya sangat ruarr biasa capeknya, nampaknya aku enggan untuk buka mata dan jalan-jalan, pengen cuma tidur aja hahaha.. tapi masa iya udah sampai negeri orang engga jalan-jalan, dengan langkah yang terseret-seret untuk mandi.
Jadi karena seperti yang katakan diatas bahwa hari ini kita bakalan main ke pegunungan, jadi waktu masih menyusun itinerary aku dan ka eka sudah memutuskan untuk menyewa motor untuk hari kedua. Akhirnya kami mencari tempat penyewaan motor, dan lucky us tempat penginapan kami menyediakan penyewaan motor jadi dari awal kami masuk kami sudah mengiinfokan bahwa kami akan menyewa sepeda motor cukup membayarkan 30RM untuk peminjaman 1 hari full, bensin menjadi tanggung jawab kita. Kami udah siap untuk berpetualang hari ini. Berbekal gmaps, ka eka yang bawa motor aku yang mengarahkan.
Pas keluar penginapan awan mendung menyambut kami, tapi kami gak gentar tetap melanjutkan perjalanan toh hanya mendung saja. Sebelum menuju ke Bukit Bendera kami harus isi perut dulu biar tidak masuk angin, kami menuju ke tempat sarapan yaitu Roti Bakar Hutton Lane karena kami pasukan takut kelaparan dan ingin mencoba yang direkomendasikan oleh blog orang tapi tidak lupa bertanya dengan pelayannya apa rekomendasi dari mereka.
 |
| Menu |
 |
| Yum ! |
Hasil dari kekalapan kami dipagi hari ini teh tarik, roti bakar kaya, roti canai hutton lane, dan roti bakar georgetown. Rasanya gimana gab ?? LUAR BIASAAA diluar ekspektasi karena pertama aku bukan fan of curry tapi curry ini enyak banget flavornya tuh pas gitu loh, engga overpower ke canainya.. Oh my god, mata gw langsung melihat ka eka, dan langsung bilang ke dia besok kita harus kudu bin wajib sarapan kesini lagi. Total sarapan kami 14RM saja dengan perut yang sangat kenyang kami melanjutkan perjalanan.
Sekitar 15 menit dari perjalanan kami, tiba-tiba kami dihadang oleh gerimis tetep dihajar sama kaka eka hahahhaa... untung gerimisnya engga sepanjang jalan cuma bentaran aja. Akhirnya sampai juga kami di kaki Bukit Bendera, cari parkir untuk motor langsung melesat mencari tempat jual tiket untuk naik kereta yang akan membawa kami ke atas Bukit Bendera.
 |
| Harga Tiket |
 |
| Yuk antri |
 |
| Keretanya |
 |
| Suasana didalam kereta |
Naik kereta ini lumayan seru, karena menanjak dan tidak semua orang dapat duduk. Didalam perjalanan keatas ini kita disuguhi pemandangan pepohonan yang dapat memanjakan mata kita. Aku lupa berapa lama perjalanan dari bawah sampai keatas bukit bendera. Akhirnya, kita sampai Bukit Bendera dan disambut dengan kabut hahahhaa.
 |
| Kabut -__-" |
Seharusnya ditempat yang aku foto itu, kita bisa melihat kota Penang namun apa ada kabut menghalangii pemandangan dan bikin suhu diatas bukit bendera ini jadi dingin-dingin, mana jaket kita simpan dimotor. Oke daripada bersungut-sungut kami melanjutkan jalan-jalan saja. Sepanjang perjalanan menuju The Habitat Hill, kami menyusuri jalan yang penuh bunga warna-warni, dan begitu banyak tempat untuk foto, dan banyak juga yang datang ramai walaupun sempet gerimis. Akhirnya kita menuju titik point untuk menuju ke habitat hill, dan ternyata untuk menuju habitat hill disediakan mobil untuk mengangkut kita kesana. Ternyata perjalanannya lumayan panjang juga walaupun sudah menggunakan mobil. Toko souvenir ini sekalian tempat untuk pengambilan tiket masuk kita, oiya tiket sudah kami pesan dari aplikasi traveloka, jadi ketika datang kita tinggal redeem saja, dan untuk redeem juga mudah.
 |
| Toko Souvenir |
 |
| Tiket masuk |
Akhirnya tiket masuk sudah ditangan dan kami langsung masuk untuk menikmati The Habitat Penang Hill. Oiya tiket itu dibedakan untuk pagi sampai sore dan sore sampai matahari terbenam, kalo tidak salah harganya beda untuk ambil tiket yang matahari terbenam. Dan perjalanan cukup jauh untuk menuju spot yang kami cari yaitu Curtis Crest Tree Top, tapi tidak apa-apa karena sepanjang perjalanan hawa sejuk menyelimuti kami.
 |
| Peta |
 |
| Masky Swing |
 |
| Curtis Crest Tree Top Walk |
 |
| Curtis Crest Tree Top Walk |
Akhirnya setelah perjalanan yang panjang nan sejuk sampai juga di Curtis Crest Tree Top Walk. Pas jalan diatas, anginnya luar biasa kencengnya dan karena masih mendung, jadi kota Penang yang seharusnya bisa kami lihat masih tertutup oleh kabut. Sebenarnya Tree Top Walk ini, tidak terlalu besar jadi hanya butuh sekitar 15 menit untuk memutarinya sekaligus foto-foto. Karena terlalu cepat, akhirnya aku memutuskan untuk muterin 1 kali lagi. Dan selesailah tujuan untuk ke bukit bendera ini. Lalu dilanjutkan dengan mencoba jalan di Langur Way. Langur Way itu jembatan yang panjang sekali walaupun yang sepanjang itu masih belum selesai karena kalau dilihat dari mapnya mereka, akan sedang diperpanjang lagi jembatannya. Jembatan ini engga goyang-goyang sangat kokoh. Foto dibawah aku foto dari jembatannya..
 |
| Langur Way |
 |
| Panjang ya |
 |
| Tampak dari samping |
Selesai main di The Habitat Penang Hill, kita menuju ke tempat selanjutnya yaitu Kek Lok Si Temple. Perjalan ke temple ini tidak terlalu jauh dari bukit bendera. Tapi ternyata perut kami sudah lapar, jadi kami merapat ke Pasar Ayer Itam untuk makan, makanan yang ka eka pesan adalah laksanya. Aku engga pesan, entah kenapa baunya membuat aku mual. Jadi aku enggan untuk mencobanya. Menurut ka eka, rasanya enak hanya memang aroma dari daun corriander dan mintnya lumayan kuat. Setelah ka eka kenyang, lalu kami melanjutkan perjalanan kami.






Percayalah foto-foto diatas diambil dengan banyak peluh, karena kesalahan kecil yang sangat fatal buat perjalanan kali ini. Karena kesalahan informasi, alhasil kami harus menaiki begitu banyak anak tangga sampai akhirnya kami tiba di kuil pertama, dan masih harus menaiki banyak anak tangga untuk menuju ke incline tram yang akan membawa kami keatas untuk melihat patung Dewi Kuan Im, biaya naik tram ini 6RM Jadi seharusnya kami menaiki kereta yang tepat berada didepan parkiran motor kami, tapi karena mata kami terlalu fokus pada tulisan Kek Lok Si Temple pada papan penunjuk arah, alhasil kami mengikuti papan penunjuk arah itu. Peluh dan lelah dikaki, lumayan terobati karena pemandangan yang kami dapatkan, untung kali ini mendung sudah pergi jadi kami bisa melihat kota Penang dari atas ya walaupun tidak setinggi di Curtis Crest Tree Top Walk. Tapi lumayan mengobati jerih payah kami untuk ketempat ini. Sempat baca di blog orang bahwa dulu patung Dewi Kuan Im itu belum dipasang dome pelindungnya, jadi pas difoto begitu indah tapi kemudian akhirnya dipasang dome untuk melindungi patungnya. Dan berakhirlah petualangan kami didaerah ini, dan kami berlanjut untuk ke destinasi selanjutnya yaitu Chew Jetty Clan.
 |
| Jetty Clan |


Karena sudah sangat-sangat siang, matahari berasa ada diatas kepala kami dan juga udara dari laut itu panas. Kami memutuskan untuk mencoba berkeliling sebentar saja, melihat apa saja yang ada disini. Dan ternyata banyak warga sekitar yang berjualan berbagai macam souvenir disini, mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, tas, kipas, bahkan batik pekalongan juga ikut dijual disini hehehe.. Memberanikan untuk jalan ke ujung dari pemukiman ini yaitu semacam rumah kecil saja, mungkin dulu hanya untuk anak-anak muda duduk dan berkumpul karena jujur seperti yang kalian lihat sendiri kita itu berjalan diatas kayu-kayu yang dibawahnya laut dan jangan sedih untuk menuju rumah yang paling ujung itu jalanan kayunya tidak ada pegangan kanan dan kirinya hanya jalan kayu biasa, sepanjang perjalanan ini aku hanya berdoa semoga kayu-kayu ini kuat menahan bobot aku, aslilah ini tuh serem banget tapi ada loh yang berani kesini pake sepeda bayangiin sepedaaaa... Oke selesai dari rumah paling ujung kami memutuskan untuk duduk didepan dermaga yang ternyata juga kuil. Ada tempat duduk disitu, jadi aku dan ka eka mengistirahatkan diri kami selagi menikmati pemandangan laut lepas. Selesai mengelilingi kami memutuskan untuk balik ke penginapan karena kaki sudah berasa lelah banget.
Sampai dipenginapan istirahat sebentar lalu mandi dan jalan untuk menikmati Georgetown dimalam hari. Dan untuk menyambangi si Gao Enough toko boba yang packagingnya lucu sangat, dan memang tidak mengecewakan rasanya enak, dan cafenya memang tidak terlalu besar tapi karena perpaduan merah dan hitam itu membuat kafe ini terlihat begitu contrast.
 |
| Tampak depan kafe |
 |
| Packaging lucu |
 |
| Perpaduan unik merah dan hitam |
 |
| Bobaa |
 |
| Minum sambil jalan |
Selesai membeli boba, kami menuju ke Chulia Night Market karena saya yang belum makan dari siang sudah mulai merasakan getaran kelaparan dari perut. Jalan deh kita dari kafe ini kesana, dan tidak seperti yang saya bayangkan. Yang saya bayangkan itu seperti khaosan road di Bangkok yang penuh ramai dengan pedagang kaki lima, tapi disini memang ramai tapi tidak seramai itu dan pilihan makanannya pun tidak terlalu banyak, karena kebanyakan mereka menjual makanan yang sama. Akhirnya saya memutuskan untuk makan disini mereka menyebutnya Lok Lok jadi dia ini semacam shabu-shabu jadi kamu tinggal pilih mau makan yang mana lalu celupkan dipanci yang berisi air kaldu yang puanas itu. Lalu tunggu sekitar 3 menit, kamu bisa langsung makan. Harganya cenderung murah, aku lupa makan berapa tusuk disini tapi yang pasti aku bayar 6,10RM. Lalu setelah kenyang kami mencari pom bensin untuk mengisi bensin motor yang sudah kami gunakan seharian mengelilingii penang, isi bensin bayar 6RM, lalu sewa untuk bayar sewa motor seharian itu 30RM.
 |
| Lok Lok |
Sekian perjalanan hari kedua yang sangat-sangat padat. Capeknya terbayarkan dengan memori indah. Dan besok adalah hari terkahir kami di kota ini, sebenarnya masih pengen tambah hari tapi apa daya harus hemat-hemat hehe, maklum jalan ala backpaker.
Sekian post kali ini, semoga bermanfaat buat kalian..
Regards,
Gabby
Comments
Post a Comment