Dulu pas mulai sekolah gak kebayang bakalan kerja jadi apa, bakalan kerja dimana, dan dapet temen kerja kaya apa. Sampe pas saya kuliah pun, kata KERJA itu masih sebatas masa depan yang masih sama-samar saya lihat. Sewaktu kuliah saya mememilih jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan, memang jurusan saya ini masih kurang kedengaran agaungnnya dibandingkan dengan jurusan lain. Namun kalo mau dilihat dari segi lapangan pekerjaan, masih banyaka ladang-ladang yang belum terisi atau dengan kata lain masih banyak lapangan pekerjaan yang menunggu saya dan teman-teman serperjuangan. Perpustakaan, mendengar kata ini saja pasti orang akan bilang tentang penjaga perpustakaan yang galak, tempat yang berdebu dan hal-hal negatif lainnya.
Setelah mualai memasuki masa semester akhir, saya mulai disibukkan dengan mengerjakan skripsi , setelah rampung skripsi dan saya dinyatakan lulus dengan gelar S.IP (Sarjana Ilmu Perpustakaan), baru lah saya mulai mempunyai passion untuk bekerja di perpustakaan. Mulai saya mencari website yang bisa memberikan informasi tentang pekerjaan yang saya cari, pekerjaan yang saya cari adalah PUSTAKAWAN atau yang isitilah bahasa inggrisnya LIBRARIAN. Di salah satu situs itu, saya mendapatkan informasi bahwa di Perpustakaan Global Jaya International School, Bintaro dan Perpustakaan UPH Karawaci sedang memerlukan pustakawan, segera lah saya mengirimkan cv ke alamat email yang diberikan dari website tersebut, dan tak berlama kemudian pihak dari Global Jaya memberikan respon, bahwa saya harus datang ke bintaro untuk interview, oke ini interview pertama saya. Rumah orang tua saya yang ada dibilangan sawangan- depok cukup memerlukan waktu untuk ke bintaro, untungnya saya pergi di anterin papa (^.^), pas sampai di gerbang GJIS saya mulai deg-degan gak karuan, sekolah ini sekolah bilinggual jadi menggunakan bahasa indonesia dan inggris. Masuk ke dalam GJIS, saya diminta untuk mengisi form data diri, tak butuh waktu lama sekitar 15 menit kemudian saya diantarkan ke perpustakaan GJJIS, dan langsung di interview olah 2 orang pustakawan (orang Indonesia) dan 1 kepala perpustakaan (orang asing), dengan rasa deg-degan saya mulai memperkenalkan diri, dan ternyata interview itu tidak seperti yang saya bayangkan, interview seperti orang ngobrol saja, mereka bercerita tentang suasana perpusatakaan GJJIS dan hal-hal lainnya. Selesai interview, sekitar 2 minggu belom ada kabar juga dari GJIS saya sudah berfikir mungkin saya tidak keterima. Dan dalam keadaan seperti ini ada panggilan lagi kali ini dari perpustakaan UPH, Karawaci kali ini ketempat interview dianterin mama, karena kebetulan mama bekerja didaerah karawaci juga yuhuuuuuuu . Oke di interview kali ini, saya tampil lebih dewasa *prett pake atasan putih, bawahan rok hitam dan heels, interview dimulai dari pagi hingga sore. Singkat cerita sesudah interview di perpustakaan UPH, 1 minggu setelah itu saya dikabarkan diterima bekerja di perpustakaan UPH *yippieeee senang bercampur sedih. Senang karena sudah keterima kerja, sedih karena udah harus meninggalkan masa bermain dengan teman :(. Saya diterima kerja dan mulai kerja 1 November 2012, padahal saya belum diwisuda dan baru akan wisuda tanggal 8 november 2013, alhasil baru masuk kerja beberapa hari saya langsung izin untuk tidak masuk karena harus wisuda, dan untungnya kantor saya memberikan izin :D.
Sempat pas telpon mama, buat ngabarin kalo anaknya keterima kerja di UPH, terus mama cuma bilang gini " Puji Tuhan , Tuhan mendengar doa mama, mama berdoa biar kaka kerja ditempat yang saya kaya mama, didaerah karawaci" pas denger itu gw cuma bisa diam, sambil berkaca-kaca persis kaya sekarang saya ngetik ini, sambil berkaca-kaca kalo inget moment itu. Sekarang saya udah kerja di The Johannes Oentoro Library UPH selam 8 bulan, dan dalam perjalanan 8 bulan ini saya menemukan banyak hal yang bisa membuat saya lebih dewasa lagi, mungkin bisa menjadi bahan pelajaran saya tentang dunia kerja tentang kedislipinan, kerapihan, dll. Saya berharap kelak bisa labih bisa mengembangkan sayap-sayap saya yang sekarang masih belum bisa mengembang secara sempurna. Ibarat kupu-kupu saya masih dalam tahapan ulat, masih panjang perjalanan saya untuk menjadi kupu-kupu.
Best Regards,
Gabriellia
Comments
Post a Comment